Valentine, No; Muludan, Yes

Must Akank A’ien

Pada abad ke 16 Masehi, perayaan Valentine yang semula merupakan ritual milik agama Kristen Katolik telah berangsur-angsur bergeser, yang semula untuk memperingati kematian santo Valentine dan Marius telah bergeser menjadi hari ? Jamuan Kasih Sayang? Yang disebut sebagai ? Supercalis? Seperti yang dirayakan oleh bangsa Romawi Kuno pada tiap tanggal 15 Pebruari.

Sedangkan pada abad pertengahan di dalam bahasa Perancis- Normandia terdapat kata ?Galentine? yang berasal dari kata Galant yang berarti cinta, persamaan bunyi antara Galentine dan Valentine disinyalir telah memberikan ide kepada orang-orang Eropa bahwa sebaiknya pada tanggal 14 Pebruari digunakan untukmencari pasangan.

Dan kini Valentine telah tersinkretisasi dengan peradaban Barat. Valentine telah menjadi bentuk pesta hura-hura, symbol modernitas, sekedar simbol cinta, dan sudah mulai bernuansa pergaulan bebas dan seks bebas. Read more of this post

Surat Terbuka bagi Mahasiswa yang Pulang Kampung

Salam,

Bagi mereka yang tengah kuliah, ini adalah masa liburan. Biasanya beberapa kawan, sanak, atau tetangga kita asal Kecamatan Sedan ini, memanfaatkannya untuk pulang. Kepada kalian yang akan merencanakan pulang kampong, saya ucapkan selamat jalan. Saya doakan, semoga sampai peraduan orang tua dengan selamat, melewati perjalanan indah nan lancar.

Hm.. mungkin harus sedikit bersabar bagi yang melalui Jalan Pantura.  Karena jalan Daendels itu tengah menderita, sekujur tubuhnya bonyok, koyak, dan penuh lubang. Bus Sinar Mandiri yang konon terbiasa gerak cepat, juga terpaksa harus turut merangkak. Ya. Semoga selamat sampai tujuan. Jangan lupa membawa kabar baik untuk Ayah dan Bunda, atau Bapak dan Emak. Kalau kantongmu lagi tebal, bawalah sedikit oleh-oleh untuk adik, kakak atau teman. Read more of this post

Surat Untuk Firman Utina dari ES.ITO

Tepat jam 9 pagi, twitter Indra Jaya Piliang yang mengatakan: “Wajib BACA »» RT @es_ito: “surat untuk firman utina ” http://bit.ly/fsjdco #es_ito”. Jelas ini cukup mengundang rasa penasaran. Apa gerangan yang ditulis oleh ES. Ito, pengarang yang beberapa tahun lalu namanya melonjak lantaran bukunya yang berjudul Rahasia Meede. Link itu merujuk pada salah satu halaman dari situs pribadinya ES. Ito (http://itonesia.com/surat-untuk-firman/).
Saya kira saya termasuk orang yang cukup tertegun dengan surat itu. Bagaimana Ito, demikian namanya kerap disapa, menggambarkan keadaan bangsa melalui pelbagai fragmen kecil yang unik. Bagi ito, kini Firman telah terlampau jauh didorong masuk dalam kebobrokan itu diluar kapasitas Firman untuk mengendalikan proses itu. Ito juga mengharapkan agar Firman bermain dengan suasana kegembiraan. Bukan dalam tekanan, baik tekanan berupa harga diri bangsa sekalipun. Karena itu bukan tanggung jawab dia. Bagaimanapun harga diri bangsa bukan hasil dari skor dalam durasi 90 menit di lapangan.  Berikut isi surat Ito: Read more of this post
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.