Sedan; Sentra Kerudung Rembang Kebanjiran Pesanan


Ramadan membawa berkah bagi usaha kecil. Salah satunya sentra kerudung di Kecamatan Sedan, Rembang, Jawa Tengah. Zakiya, perajin kerudung, kepada SCTV, Ahad (23/8), mengatakan permintaan kerundung kini melonjak tajam. Bahkan, permintaan peminat tidak terlayani lantaran keterbatasan produksi. Umumnya, mereka membeli dalam partai besar untuk dijual kembali atau berbagi kasih selama Ramadan.

Untaian manik-manik dan pilihan bahan yang nyaman digunakan untuk kepala tertutup membuat kerudung ini ramai peminat. Harga satu kerudung dijual rata-rata Rp 10 ribu. (BOG/DIO)

http://berita.liputan6.com/daerah/200908/241600/class=%27vidico%27



6 Responses to Sedan; Sentra Kerudung Rembang Kebanjiran Pesanan

  1. mudzakir says:

    terimakasih atas arsip sedan. sebagai warga denpasar asal karangasem sedan , kami bangga memiliki sedan.INSYA ALLAH generasi muslim asal SEDAN yang menyebar keseluruh pelosok tanah air,(banyuwangi, genteng, jember, denpasar,bandung,cirebon, lampung,padang, aceh,makasar,bengkulu, dan lombok.dan semua alumni PON-PES BICHARUL MUTA’alIMIN yang tidak dapat kami sebut semuanya.)semoga SEDAN menjadi bagian bangsa Indonesia yang baldatun thoyibah wa robun ghofur. INSYA ALLAH kami akan mengibarkan panji-panji ISLAM. amin

    • catatan seputar negeri dampo awang says:

      jujur saya terenyuh membaca komentarnya bung. sewaktu kecil saya juga kerap mengaji dan tidur di pondok mbah Masruh ini. utamanya ketika ramadhan. kebetulan rumah saya dekat. saya membayangkan bila semu alumni terus membawa pesantren ini kemanapun dia berada, mungkin kondisinya tidak seperti saat ini. ponpes ini tentu bakal banyak dikenal. namin kini keadaan berkata lain, bila ada waktu senggang sempatkanlah mampir ke pondok ini. saya menduga bung pun akan mengelus dada. terimakasih atas apresiasinya bung

  2. mudzakir says:

    BAGI ALUMNI PONPES MBAH MASRUH SEDAN. atau ponpes kasingan Remabng dan STM NEGERI ! Rembang JOIN TO MY FACEBOOK brastafa@yahoo.co.id

  3. faiqulhimam says:

    ya kang memang begitu keadaanya, kini tinggal santri – santri kecil yang menetap disitu, itupun anak – anak kampung.

  4. jakfarc2n says:

    Sekarang,generasi2 kt trjangkiti pnyakit ‘tpa’ (tak peduli agama). Lha njur sp yg nanti lanjutkn kelangsungan Agama ?. Yg trmasuk lebih perlu di ingatkan adalah ortunya. Ahirnya La ila haulai wala ila haulai. Wahiila baynahum wabayna maa yasytahuun.

  5. joko ngluruk says:

    brow meskipun sudah 7 thn aku sudah meninggalkan ponpes biharul muta”alimin tapi kesannya masih membekas dihati waktu bercanda sama teman2,waktu mengaji pokoknya kenangannya g” bisa hilang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: